Rabu, 20 Januari 2010
Sejarah Perkembangan Orientalisme
Pengertian Orientalis dan Orientalisme
Banyak definisi orientalisme di kalangan para pakar dan ulama. Menurut Dr. Muthabaqani, pakar orientalisme dari Fakultas Dakwah Universitas Imam Muhammad Ibnu Sa’ud Madinah, istilah orientalisme mulai muncul sejak dua abad yang lalu [abad ke-18 M], meski aktivitas kajian bahasa dan sastra ketimuran (khususnya Islam) telah terjadi jauh sebelumnya.
Muthabaqani menyatakan bahwa istilah orientalis muncul lebih dulu daripada istilah orientalisme. A.J. Arberry (1905-1969) dalam kajiannya menyebutkan istilah orientalis muncul tahun 1638, yang digunakan oleh seorang anggota gereja Timur (Yunani). Pada tahun 1691, istilah orientalis digunakan oleh Anthony Wood untuk menyebut Samuel Clarke sebagai “orientalis yang cerdas”, karena mengetahui beberapa bahasa Timur.
Menurut Rudi Paret (orientalis Jerman, lahir 1901) orientalisme adalah “ilmu ketimuran (‘ilmu al-syarq) atau ilmu tentang dunia timur (‘ilmu al-‘alam al-syarqiy).” Sementara A.J. Arberry menggunakan Kamus Oxford untuk mendefinisikan orientalis, yaitu “orang yang mendalami berbagai bahasa dan sastra dunia timur.”
Sementara itu Maxime Rodinson (orientalis Perancis, lahir 1915) menerangkan bahwa istilah orientalisme muncul dalam bahasa Perancis tahun 1799 dan dalam bahasa Inggris tahun 1838. Orientalisme ini, menurut Rodinson, lahir untuk memenuhi kebutuhan “mewujudkan satu cabang pengetahuan khusus untuk mengkaji dunia timur.” Rodinson menambahkan bahwa kebutuhan ini amat mendesak, agar terwujud orang-orang spesialis yang siap untuk menerbitkan berbagai majalah, mendirikan berbagai universitas, dan berbagai departemen ilmiah.”
Dari berbagai definisi orientalisme di atas, Dr. Muthabaqani sendiri akhirnya mendefinisikan orientalisme secara cukup komprehensif. Orientalisme, menurut Muthabaqani, adalah “segala sesuatu yang bersumber dari orang-orang Barat, yaitu dari orang-orang Eropa (baik Eropa Barat maupun Timur, termasuk Soviet) dan orang-orang Amerika, berupa studi-studi akademis yang membahas masalah-masalah Islam dan kaum muslimin, di bidang aqidah, syariah, sosial, politik, pemikiran, dan seni.”
Kata orientalisme adalah kata yang dinisbatkan kepada sebuah studi atau penelitian yang dilakukan oleh selain orang timur terhadap berbagai disiplin ilmu ketimuran, baik bahasa, agama, sejarah, dan permasalahan-permasalahan sosio-kultural bangsa timur. Atau ada juga yang mengatakan orientalisme adalah suatu disiplin ilmu yang membahas tentang ketimuran.
Edward W Said memberi kesimpulan terhadap orientalisme. Menurutnya, orientalisme adalah pengetahuan mengenai dunia Timur yang menempatkan segala sesuatu yang bersifat Timur dalam mata pelajaran sekolah, mahkamah, penjara atau buku-buku pegangan untuk tujuan penelitian, pengkajian, pengdilan dan pendisiplinan atau pemerintahan atasnya.
Selain itu, orientalis memiliki kaitan penting dengan kristenisasi, karena orientalisme merupakan senjatanya kristenisasi. Orientalisme dan kristenisasi termasuk akal pembaratan dan senjata perang kebudayaan yang paling mencolok. Masing-masing mempunyai medannya sendiri tetapi keduanya saling melengkapi dalam hal bahwa orientalisme mempersiapkan racun yang disebarluaskan oleh kristenisasi dilembaga-lembaga pendidikan dan perguruan-perguruan tinggi.
B. Perkembangan Orientalis
Kemunculan Orientalisme ini sungguh sudah sangat lama sekali namun memperlihatkan eksistensinya yang luar biasa sejak abad 19 Masehi . Minat Barat untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan Timur sudah ada sejak 600-330 SM, yakni sejak pecahnya perang yang berkepanjangan antara Greek Kono dengan Dinasti Acheamenids dari Imperium Persia. Pada masa itu telah ada sejenis hubungan permusuhan, perbenturan kepentingan, yang mendorong masing-masing pihak untuk mengenali pihak lainnya .
Setelah itu permusuhan berlangsung terus-menerus hingga sekarang, pada rentang perjalanan panjang tersebut ada banyak hal yang membuat permusuhan antara keduanya semakin keras dengan gaya pertikaiannya pun yang berbeda pula.
Setelah munculnya Islam, Orientalist mempunyai fase-fase perkembangan dengan metode dan teknik yang lebih jitu untuk menghadapi Timur (Islam khususnya). Fase pertama, dimulai pada abad keenam belas Masehi. Pada masa itu Orientalisme dapat dikatakan sebagai gerakan anti- Islam yang dimotori oleh Yahudi dan Kristen. Bagi Kristen, Islam merupakan symbol teror, perusak dan barbarian, mereka yang menuduh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi penyebar wahyu paslu, tokoh penipu, pelaku sodomi dan sebagainya. Selain itu, kekalahan bangsa Eropa Kristen dalam Perang Salib juga memicu semangat anti-Islam.
Fase kedua, Orientalisme terjadi pada abad ke 17 dan 18 M. fase kedua ini adalah fase yang paling penting bagi Barat karena bersamaan dengan modernisasi. Barat menimba ilmu dan bertanya kenapa Islam menjadi peradaban yang handal selama 7 abad. Pada periode ini Raja dan Ratu Eropa sepakat untuk mengumpulkan segala informsi tentang ke-Timur-an. Meskipun Barat memerlukan Islam, api perseteruan masih tetap membara. Maka dari itu selain mengumpulkan informasi tentang Timur mereka juga menyebarkan informasi kepada masyarakat Barat.
Alexander Ross (1653) misalnya, menerbitkan buku-buku yang banyak menghujat Islam dari pada memaparkan apa adanya. Ia menulis buku-buku berjudul the prophet of turk and author or the al-Qur'an. Dalam bukunya ia seringkali menggunakan kata-kata kasar. singkat kata jika pada fase pertama diwarnai dengan semangat anti-Islam, maka periode ini adalah periode caci-maki Orientalst terhadap Islam dalam bentuk tulisan.
Fase ketiga, Orientalisme pada abad ke 19 dan seperempat pertama abad ke 20. fase ini adalah fase Orientalisme terpenting, baik bagi Muslim maupun bagi Orientalist sendiri. Sebab pada fase ini Barat telah benar-benar menguasai Negara-negara Islam secara politik, militer, kultural dan ekonomi. Pada fase ini banyak Orientalist yang menyumbangkan karya dalam bidang studi Islam. Tidak sedikit pula dari karya-karya berbahasa Arab dan Persia di edit dan diterjemahkan lalu diterbitkan. Mungkin karena orang Barat masuk dan menguasai negeri-negeri Islam, mereka mudah mendapatkan bahan-bahan tentang Islam. Pada fase ini banyak didirikan kembaga-lembaga studi ke-Islam-an dan ke-Timur-an. Dengan berdirinya pusat-pusat studi ke-Islam-an, maka Orientalist mengalami pergerakan yang signifikan, dari fase caci maki menjadi serangan sistematis ilmiah.
Fase keempat, Orientalisme ditandai dengan adanya perang dunia ke II. Khusus di Amerika, Islam dan umat Islam menjadi objek kajian yang populer. Kajian itu bukan hanya dilakukan untuk kepentinyan akademis, tapi juga untuk kepentingan perencang kebijakan politik dan bisnis. Pada fase ini kajian Orientalist berubah lagi, dari sentimen ke-Agama-an yang vulgar menjadi lebih lembut, orang-orang Barat non-Muslim baru saja mulai memperlembut sikapnya terhadap Islam, bahkan menarik kata "tidak"nya. Seperti ungkapan salah satu Orientalist Sir Hamilton Gibb secara diplomatis mengatakan, ia menerima pendapat bahwa wahyu adalah gambaran pengalaman pribadi Nabi Muhammad, tapi Islam perlu menafsirkan ulang konsep yang tidak bisa dipertahankan lagi itu. Dari menuduh Nabi sebagai Penipu, mempersoalkan konsep wahyu, dan kini mempersoalkan interpretasinya. Oleh karena perubahan sikap mereka, maka pada periode ini kajian Orientalist lebih nampak, seakan-akan objektif dan masuk akal.
Tantangan Orientalist terhadap Islam pada saat ini sangat sulit sekali untuk terdeteksi. Pemikiran-pemikiran yang mereka kemukakan terbaca dengan analisa kritis dan ilmiah, semua yang mereka uraikan terasa masuk akal, mereka membentur-benturkan wahyu dengan keadaan sosial masyarakat masa kini . Sehingga tidak jarang orang-orang Islam kini terpukau dengan hasil pemikiran-pemikiran mereka, bahkan banyak pada kalangan cendikiawan yang apresiatif terhadap karya-karyanya.
C. Tujuan Orientalis
Edward W Said melakukan kritik yang keras terhadap orientalisme. Menurutnya, orientalisme tidak terletak dalam suatu ruang hampa budaya; ia merupakan kenyataan politik dan budaya . Barat, tulis Said, bertanggung jawab membentuk persepsi yang keliru tentang dunia yang ingin mereka jelaskan.
Merupakan suatu kenyataan bahwa para orientalis senantiasa menyajikan karya tulisnya yang didasarkan pada tujuan tertentu. Secara garis besar tujuan itu terbagi tiga yaitu : (1) Untuk kepentingan penjajahan (2) Untuk kepentingan agama mereka (3) Untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Untuk kepentingan penjajahan jelas tergambar dari penelitian-penelitian yang serius yang dilakukan para orientalis. Dalam kasus Indonesia, Snouck Hurgronye begitu jelas. Nama ini oleh pemerintah Belanda diberi kepercayaan untuk mengkaji Islam sedalam-dalamnya sehingga sempat menetap di Mekkah bertahun-tahun. Namun tujuan pengkajiannya tidak lain kecuali untuk melemahkan perlawanan umat Islam terhadap Belanda serta mengobrak-abrik pertahanan Persatuan dan pertahanan kaum Muslim dengan politik belah bambunya .
Untuk kepentingan agama juga jelas karena semua penjajah yang menguasai negara-negara Muslim adalah berlatar belakang agama Kristen. Sekalipun ada teori bahwa para kolonialis tidak berambisi mengkristenkan penduduk, namun setidak-tidaknya para penginjil telah menemukan momentumnya untuk membonceng pihak kolonialis untuk menyebarkan Kristen ke tengah penduduk.
Untuk kepentingan ilmu pengetahuan; memang para orientalis berasal dari para intelek dan sarjana yang serius mengkaji masalah-masalah ketimuran. Hampir di tiap universitas di Amerika selalu ada pusat-pusat kajian ketimuran seperti pusat kajian Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Tengah dan Asia Selatan.
Tujuan yang ketiga dapat menghasilkan kesilmpulan yang netral atau fair tentang Islam sekalipun demi kenetralan ilmu mereka juga dapat memberi kesimpulan yang kurang fair tentang Islam. Namun tujuan pertama dan kedua sudah pasti akan menghasikan penilaian yang miring, bias dan tidak fair tentang Islam demi kepentingan kolonial dan ekspansi agama mereka.
D. Orientalisme, Missionarisme dan Imperialisme
Kata orientalisme identik digunakan bagi para ilmuwan Barat yang mempelajari hal-hal ketimuran dalam berbagai aspek, baik bahasa, kebiasaan, peradaban, terlebih agama-agamanya.
Secara umum orientalisme bisa didefinisikan bahwa; orientalis adalah “sekelompok orang yang berasal dari Negara-negara dan ras yang berbeda-beda, yang mengkonsetrasikan diri dalam berbagai kajian ketimuran, khususnya dalam hal keilmuan, peradaban, dan agama, khususnya Negara Arab, Cina, Persia dan India.
Misionaris atau penginjil adalah dua kata yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama. Yang pertama adalah orang yang senantiasa mensifati agama Kristen dengan hal-hal yang indah, sedang yang kedua dinisbatkan kepada orang yang senantiasa mengajak manusia masuk Kristen.
Sedangkan misionarisme (al-Tabsyir) diambil dari kata basyara yang berarti kabar gembira. Basysyarahu tabsyiran dan isimnya adalah al-bisyarah atau al-busyarah yang memiliki arti kabar yang menggembirakan. Dan al-tansyir dari kata nashsharahu tanshiran yang artinya menjadikannya masuk agama nasrani, seperti dalam salah satu hadits Nabi, “Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanya yang menjadikan dia Yahudi (yuhaw-widanihi), atau Nasrani (yuna-shiranihi), atau Majusi (yumajjisanihi), akan tetapi tidak dikenal kata yumassilmihi yang artinya menjdikan dia Islam dikarenakan memang bayi sejak lahir itu sudah sesuai dengan agama fitrah yakni Islam.
Sedangkan arti dari Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya. "Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi, kultur, agama dan ideologi, asal saja dengan paksaan. Imperium disini tidak perlu berarti suatu gabungan dari jajahan-jajahan, tetapi dapat berupa daerah-daerah pengaruh, asal saja untuk kepentingan diri sendiri.
Apakah beda antara imperialisme dan kolonialisme? Imperialisme ialah politik yang dijalankan mengenai seluruh imperium. Sedangkan kolonilisme ialah politik yang dijalankan mengenai suatu koloni, sesuatu bagian dari imperium jika imperium itu merupakan gabungan jajahan-jajahan.
E. Program-Program Orientalisme
Orientalisme adalah gelombang pemikiran yang mencerminkan berbagai studi ketimuran yangg islami. Yang dijadikan objek studi ini mencakup peradaban agama seni sastra, bahasa dan kebudayaan. Gelombang pemikiran ini telah memberikan andil besar dalam membentuk persepsi Barat terhadap Islam dan dunia Islam. Caranya ialah dengan mengungkapkan kemunduran pola pikir dunia Islam dalam rangka pertarungan peradaban antara Timur dengan Barat.
Orientalisme memiliki tujuan yang beragam dan bentuk yang dinamis dan masa ke masa, dan satu kondisi menuju kondisi lainnya. Namun orientalisme tidak terlepas dan tujuan utamanya, yaitu menghancurkan Islam dan masyarakatnya. Orientalisme yang datang sebelum E.W. Lane, E. Renan, E. Sacy dan selain mereka, memiliki kesamaan semangat orientalisme yang terwarisi oleh generasi berikutnya hingga masa sekarang ini. Orientasi umum mereka dalam melakukan studi ketimuran adalah mencetak ulang pengalaman masa lalu walaupun pola-pola penginjilan telah meng alami modifikasi. Bagi mereka, modifikasi peng.injilan adalah untuk menyesuaikan diri dengan pola-pola kontemporer.
Adapun motivasi dan program-program orientalisme salah satunya adalah agama yang melatarbelakangi pertumbuhan orientalisme yg berlangsung begitu lama. Sasaran-sasaran gerakan orientalisme antara lain:
1. Menumbuhkan keragu-raguan terhadap keyakinan umat atas kerasulan Muhammad saw. dan menganggap hadis Nabi sebagai perbuatan umat Islam selama tiga abad pertama;
2. Menumbuhkan keraguan terhadap kebenaran Alquran dan memutarbalikannya;
3. Memperkecil nilai fikih Islam dan menganggapnya sebagai adopsi dari hukum Romawi;
4. Memojokkan bahasa Arab dan menjauhkannya dari ilmu pengetahuan yg semakin berkembang;
5. Menampilkan Islam kepada sumber Yahudi dan Nasrani; dan mengkristenkan umat Islam.
F. Orientalis dan Karya-karyanya
Diantara para Orientalist memiliki karangan dan pemikiran terhadap Islam, diantaranya:
1. Hardrian Roland (meninggal pada tahun 1718 M), adalah Profesor Bahasa-bahasa Timur di Universiti Utrecht, Belanda. Ia menulis buku Muhammadanism dalam bahasa Latin sebanyak dua jilid (1705 M). Gereja-gereja di Eropa telah mengharamkan buku tersebut.
2. Johann J. Reiske (1716—1774 M), seorang Orientalist Jerman pertama yang patut dikenang. Ia dituduh murtad (atheis) karena sikapnya yang adil terhadap Islam. Ia hidup menderita dan mati karena sakit paru-paru. Ia sangat berjasa dalam memperkenalkan dan mengembangkan pengajian Bahasa Arab di Jerman.
3. Silvestre de Sacy (meninggal 1838 M), seorang Orientalist yang memberi tumpuan kepada sastra dan nahwu Arab. Ia mengelak dari terlibat dalam pengkajian tentang Agama Islam. Ia juga sangat berjasa dalam menjadikan Paris sebagai pusat pengkajian Islam. Salah seorang yang pernah berurusan dengan beliau ialah Syaikh Rifa'ah Thanthawi.
4. Thomas Arnold (1864—1930 M) dari Inggris. Bukunya yang berjudul ‘Preaching in Islam’ telah diterjemahkan ke dalam bahasa Turki, Urdu dan Arab.
5. Gustav le Bon, dikenal sebagai Orientalist dan ahli filsafat Materialisma. Ia tidak percaya kepada Agama. Pada umumnya kajian dan buku-bukunya menyentuh tentang peradaban Islam. Disebabkan hasil kajian-kajiannya beliau tidak diperdulikan malah dibenci oleh orang Barat.
6. Z. Honke dianggap tidak berat sebelah karena buku-bukunya yang objektif yang memperkenalkan pengaruh peradaban Arab terhadap Barat. Di antara bukunya yang termasyhur ialah Matahari Arab Bersinar di Barat.
7. Jack Burke, Anne Marie Simmel , Thomas Garlyle, Renier Ginaut, Dr. Granier dan Gocthe adalah Orientalist-orientalist yang tergolong sederhana.
G. Orientalisme dan Islam
a. Pandangan Orientalisme terhadap Hukum Islam
Islam adalah agama yang mulia. Mulia karena diturunkan dan bersumber oleh Zat yang Maha mulia yaitu Allah SWT, dibawa oleh para insan yang mulia; para anbiya (para nabi) dan Rasul, serta disempurnakan syariatnya oleh khairul basyariyah (sosok yang mulia) nabi Muhammad saw; sehingga orang yang mengikuti nabi saw dan menganut agamanya akan mendapatkan kemuliaan dan keridhaan dalam hidupnya di dunia dan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman:
• ••
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali Imran: 110)
Dalam hadits nabi saw juga disebutkan:
أَخْبَرَنَا أَبُو سَعِيدٍ : عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شُبَانَةَ الشَّاهِدُ بِهَمَذَانَ أَخْبَرَنَا أَبُو جَعْفَرُ مُحَمَّدِ بْنِ مَحْمُوَيْهِ النَّسَوِىُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ السَّرَّاجُ حَدَّثَنَا شَبَابُ بْنُ خَيَّاطٍ الْعُصْفُرِىُّ حَدَّثَنَا حَشْرَجُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَشْرَجٍ حَدَّثَنِى أَبِى عَنْ جَدِّى عَنْ عَائِذِ بْنِ عَمْرٍو : أَنَّهُ جَاءَ يَوْمَ الْفَتْحِ مَعَ أَبِى سُفْيَانَ بْنِ حَرْبٍ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَوْلَهُ أَصْحَابُهُ فَقَالُوا هَذَا أَبُو سُفْيَانَ وَعَائِذُ بْنُ عَمْرٍو فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« هَذَا عَائِذُ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُو سُفْيَانَ الإِسْلاَمُ أَعَزُّ مِنْ ذَلِكَ الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى
“Diceritakan kepada kami Abu Sa’id; dari Abdurrahman bin Muhammad bin Syubanah yang menyaksikan peristiwa Hamadzan, diceritakan kepada kami Abu Ja’far Muhammad bin Mahmuwaih An-Nasawi, diceritakan kepada kami Abul Abbas As-siraj, diceritakan kepada kami Syabab bin Khayyath Al-Usfuri, diceritakan kepada kami Hasyraj bin Abdullah bin Hasyraj, diceritakan kepada saya oleh bapak saya dari kakek saya dari A’idz bin Amru; Bahwa beliah datang pada hari penaklukan (kota Mekah) bersama Abu Sufyan bin Harb dan Rasulullah saw berada disekitarnya dan sahabatnya, mereka berkata: Inilah Abu Sufyan dan Aidz bin Amru. Maka Rasulullah saw bersabda: “Inilah Aidz bin Amru dan Abu Sufyan, dan Islam lebih dari itu semua, karena Islam sangat mulia dan tidak ada yang mengunggulinya”.
Seorang Filosof Bernard Show berkata : sesungguhnya aku menyimpan segala penghargaan terhadap agama Muhammad karena kevitalannya yang menakjubkan. Ia adalah satu-satunya agama yang mempunyai kekuatan hebat kerena seseuai dengan jalan hidup yang senantiasa berubah-ubah, dan dapat diterapkan di semua masa. Aku sungguh telah mempelajari kehidupan lelaki yang sangat mengagumkan itu. Seharusnya ia diberi gelar “PENYELAMAT MANUSIA” , yang sama sekali tidak bertentangan dengan Isa Almasih. Saya yakin kalau orang seperti ia diberi taufik dalam memecahkan semua kesulitan, yang dapat membawa dunia ini kepada kebahagiaan, tentram dan damai yang sangat didambakan umat manusia dewasa ini. Sungguh saya mempunyai ramalan bahwa di masa datang orang Eropa akan menerima ajaran Muhammad ini dan sekarang hal itu sudah mulai terjadi.
Sungguh Allah Maha Benar akan firmannya:
•
“Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang Sebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? Demikianlah Telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, Karena Sesungguhnya mereka tidak beriman.” (Yunus: 32-33)
b. Pandangan terhadap Alquran
Kalangan orientalis seperti Arthur Jeffery dan kawan-kawan bersemangat ingin "mengkorupsi" keotentikan Al-Quran. Namun hingga kini tetap kokoh "Sudah tiba saatnya sekarang untuk melakukan studi kritis terhadap teks Al-Quran sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang
berbahasa Yunani," kutipan ini adalah pernyataan Alphonse Mingana,
seorang pendeta Kristen asal Iraq dan mantan guru besar di Universitas
Birmingham, Inggris. Pernyataan itu ia sampaikan tahun 1927.
Mengapa pendeta Kristen yang juga orientalis ini mengatakan seperti itu? Tentu saja, ia bukan sedang bergurau. Pernyataan orientalis-missionaris satu ini karena dilatarbelakangi oleh kekecewaan sarjana Kristen dan Yahudi terhadap kitab suci mereka dan juga disebabkan oleh kecemburuan mereka terhadap umat Islam dan kitab suci Al-Quran.
Perlu diketahui mayoritas ilmuwan dan cendekiawan Kristen telah lama meragukan otentisitas Bible. Mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa Bible yang ada di tangan mereka sekarang ini terbukti bukan asli alias palsu. Terlalu banyak campur-tangan manusia di dalamnya, sehingga sukar untuk dibedakan mana yang benar-benar Wahyu dan mana yang bukan.
Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Kurt Aland dan Barbara Aland, dalam The Text of the New Testament (Michigan: Grand Rapids, 1995). Menurut Barbara, sampai pada permulaan abad keempat, teks Perjanjian Baru dikemmengembangkan secara leluasa. Yang jelas banyak yang melakukan koreksi.
Pandangan seperti ini tidaklah sendiri. Saint Jerome, seorang rahib
Katolik Roma yang belajar teologi juga mengeluhkan fakta banyaknya penulis Bible yang diketahui bukan menyalin perkataan yang mereka temukan, tetapi malah menuliskan apa yang mereka pikir sebagai maknanya. Sehingga yang terjadi bukan pembetulan kesalahan, tetapi justru penambahan kesalahan.
"Mereka menuliskan apa yang tidak ditemukan tapi apa yang mereka pikirkan artinya; selagi mereka mencoba meralat kesalahan orang lain, mereka hanya mengungkapkan dirinya sendiri," ujar Jerome sebagaimana dikutip dalam The Text of the New Testament: Its Transmission, Corruption and Restoration (1992).
Disebabkan kecewa dengan kenyataan semacam itu, maka pada tahun 1720 Master of Trinity College, R. Bentley, menyeru kepada umat Kristen agar mengabaikan kitab suci mereka, yakni naskah Perjanjian Baru yang diterbitkan pada tahun 1592 versi Paus Clement. Seruan tersebut kemudian diikuti oleh munculnya "edisi kritis" Perjanjian Baru hasil suntingan Brooke Foss Westcott (1825-1903) dan Fenton John Anthony Hort (1828-1892).
c. Pandangan Orientalisme terhadap Hadits
Gugatan orientalis terhadap hadits dimulai pada pertengahan abad ke-19 M, tatkala hampir seluruh bagian Dunia Islam telah masuk dalam cengkraman kolonialisme bangsa-bangsa Eropa. Adalah Alois Sprenger, yang pertama kali mempersoalkan status hadits dalam Islam. Dalam pendahuluan bukunya mengenai riwayat hidup dan ajaran Nabi Muhammad SAW, misionaris asal Jerman yang pernah tinggal lama di India ini mengklaim bahwa hadits merupakan kumpulan anekdot (cerita-cerita bohong tapi menarik).
Klaim ini diamini oleh rekan satu misinya William Muir, orientalis asal Inggris yang juga mengkaji biografi Nabi Muhammad SAW dan sejarah perkembangan Islam. Menurut Muir, dalam literatur hadits, nama Nabi Muhammad SAW sengaja dicatut untuk menutupi bermacam-macam kebohongan dan keganjilan (“…the name of Mahomet was abused to support all possible lies and absurdities”). Oleh sebab itu, katanya lebih lanjut, dari 4000 hadits yang dianggap shahih oleh Imam Bukhārī, paling tidak separuhnya harus ditolak. Tulisan Muir ini kemudian dijawab oleh Sayyid Ahmad Khan dalam esei-eseinya.
Selang beberapa lama setelah itu muncul Ignaz Goldziher. Yahudi kelahiran Hungaria ini sempat “nyantri” di Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, selama kurang lebih setahun (1873-1874). Setelah kembali ke Eropa, oleh rekan-rekannya ia dinobatkan sebagai orientalis yang konon paling mengerti tentang Islam, meskipun dan justru karena tulisan-tulisannya mengenai Islam sangat negatif dan distortif, mengelirukan dan menyesatkan.
Dibandingkan dengan para pendahulunya, pendapat Goldziher mengenai hadits jauh lebih negatif. Menurut dia, dari sekian banyak hadits yang ada, sebagian besarnya ―untuk tidak mengatakan seluruhnya― tidak dapat dijamin keasliannya alias palsu dan, karena itu, tidak dapat dijadikan sumber informasi mengenai sejarah awal Islam.
Read More..
16.19
|
syams
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Apa sich cinta itu?
cinta, masih adakah cinta??? kebanyakan cinta yang dijalani pemuda-pemudi sekarang hanyalah nafsu belaka, yang menyelimuti diri mereka.
cinta, masih adakah kesucian cinta??? cinta karena ilahi, cinta karena ia masih ditumbuhi benih-benih kasih sayang dari sang Pencipta.
cinta, apa sebenarnya makna cinta pada akhir zaman ini??? apa sekedar melimpahkan curahan hujan, yang hanya bisa membanjiri daerah sekitar dan menjatuhkan korban-korban yang tak bersalah.
cinta, apakah cinta itu bencana atukah sebaliknya??? cinta bagi para pemuda adalah anugrah yang sangat indah, tapi pasukan bang Iblis mulai merapatkan barisan untuk menyarang dengan persenjataan cinta kepada setiap pemuda. sehingga banyak korban yang berjatuhan, anak SMP hingga SMA mulai mengenal istilah "ABORSI" yang sangat dilarang oleh Agama.
cinta, apa zina itu merupakan salah satu dari cinta??? orang barat mengatakan cinta dengan perbuatan zina. benarkah itu hakikat cinta??? dulu cinta itu sangat didamba-dambakan oleh semua insan, diagung-agungkan oleh para penggemarnya, hingga banyak yang mengatakan cinta itu buta; buta mata, buta hati, buta rasa hingga ada sebuah statement yang mengatakan "tai kucing rasa coklat".
cinta, kalau cinta dilihat dari segi positif dan negatifnya sangat banyak sekali dan antara keduanya seimbang. dan uraian cinta sangat susah untuk dimengerti oleh banyak insan.
Cinta, cinta yang sebenarnya adalah cinta karena Allah dan Rasul-Nya. inilah hakekat cinta.
Read More..
15.46
|
syams
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Kamis, 14 Januari 2010
Belajar Dari Bencana
Banjir lagi……. Banjir lagi…… ! itulah yang sedang melanda beberapa tempat di tanah air kita akhir-akhir ini. Jakarta, Bogor, Bekasi dilanda banjir, di Tangerang tak satupun kecamatan yang luput dari musibah banjir ini, Mojokerto dan Bojonegoro juga dilanda musibah yang sama. Beberapa waktu yang lalu kota Medan, Padang, Jambi, Sulawesi Selatan juga dilanda musibah yang sama, jembatan-jembatan rusak disertai genangan air di berbagai ruas jalan dan rel kereta api, berbagai transportasi lumpuh, sudah puluhan ribu rumah terendam, kerugian material pun sudah tak terhitung jumlahnya. (Republika, 29/01/2002). Gelombang pengungsipun tak bisa dihindarkan lagi, rakyat kecil semakin sengsara karena tempat tinggal mereka satu-satunya terendam genangan air bahkan seisi rumah mereka ikut terbawa arus banjir tersebut. Kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah pun ikut terhambat. Belum puas dengan mengirim banjir, alam kembali menunjukkan kebolehannya, Pejaten, Jakarta Selatan di guncang tanah longsor, gempa tektonik berkekuatan 5,1 pada skala Richter (SR) juga mengguncang Bengkulu. Kenapa ini semua harus terjadi? Benarkah alam sudah bosan untuk bersahabat dengan manusia? Apakah yang telah kita lakukan sehingga alam begitu marah kepada kita tanpa pilih kasih?.
Penyebab dari itu semua tidak lain adalah ulah dari tangan-tangan manusia itu sendiri, semua orang akan mengerti, bila hutan di hulu sungai dan lereng gunung dibabat, maka banjir dan tanah longsor akan terjadi. Begitu pula jika sampah dibuang ke sungai atau selokan, atau bila sungai dipersempit dengan membangun rumah ditepinya, maka banjir segera menerjang. Jika daerah hulu dan pegunungan sudah tidak mampu menahan air lagi, maka terjadilah sunnatullah : air akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, nah, jika masalahnya sesederhana itu, mestinya manusia bisa memakai akalnya untuk menghadapi hujan selebat apapun. Tapi mengapa kita tidak mampu melakukan itu? Sudahkah kita menggunakan akal kita?
Pada suatu hari diwaktu shubuh, Setelah mengumandangkan adzan di Masjid Madinah, lama Bilal menanti kehadiran Rasulullah SAW keluar dari peraduannya untuk shalat berjamaah, namun Rasul belum juga muncul. Karena itu, pergilah Bilal menemuinya, antara perasaan cemas kalau-kalau Rasul yang amat dicintainya jatuh sakit. Sesudah minta izin kepada Siti Aisyah, Bilal segera menuju ke kamar tidur Rasulullah SAW. Ketika sampai dimuka pintu, Bilal melihat ke dalam, kamar yang sederhana tanpa ada kasur tebal, tanpa ada bantal bersulam yang indah melainkan hanya seonggok rumput kering di sudut kamar beliau, itulah kekayaan Rasul kita, sebagai Pemimpin dunia yang telah menggerakkan revolusi yang paling berhasil dalam sejarah kemanusiaan selama dunia berkembang.
Didapatinya Rasulullah SAW sedang duduk di atas sajadah menghadap Qiblat, menangis tersedu-sedu. Bertanya Bilal, "Ya Nabiyallah, apakah gerangan yang menyebabkan engkau menangis? Padahal kalau ada kesalahanmu, baik dahulu ataupun nanti, akan diampuni oleh Allah SWT". Kemudian Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Bilal, tengah malam telah datang Jibril AS membawa wahyu kepadaku dari Allah SWT, demikian bunyinya." : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran 3:190-191). Rasulullah SAW melanjutkan, Sengsara hai Bilal! bagi orang yang membaca akan ayat ini lalu tidak difikirkannya.
Firman Allah dalam QS. Ali Imran 3 : 190-191 di atas dan ungkapan Nabi tersebut mengandung makna yang dalam bagi kita untuk senantiasa merenung dan memikirkan Fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita, terutama disaat banyaknya bencana yang menimpa sebagian kita seperti akhir-akhir ini, seakan-akan alam betul-betul sudah bosan untuk bersahabat dengan kita.
Sebagian kita mungkin berfikir bahwa itu semua terjadi karena kehendak Allah SWT (Sunnatullah). Namun apabila kita merujuk kembali ke firman Allah SWT diatas, dapat diambil beberapa pelajaran yang amat berharga bagi kita. Pertama, bahwa segala apa yang terjadi di bumi ini dan diatas langit sana baik di siang hari maupun di malam hari adalah sebuah tanda dari kekuasaan Allah SWT, agar manusia sadar bahwa dibalik segala kemampuan manusia ada yang lebih mampu lagi yakni Allah SWT, oleh karena itu tidak pantas bagi manusia untuk bersombong diri sehingga lupa kepada penciptanya sendiri, lupa untuk mengingat dan berdzikir kepada-Nya. Merasa mampu berbuat segala-galanya dan melupakan tujuan utama diciptakannya manusia yakni untuk beribadah kepada-Nya. Dan tidak kami (Allah) ciptakan mausia dan jin kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku (Al-Quran). Kedua, merupakan pelajaran serta peringatan bagi manusia, sudahkah mereka mengelola alam ini dengan benar dan sesuai dengan syari’at Allah SWT. Karena pengeloalaan alam yang salah akan menimbulkan kehancuran bagi manusia itu sendiri. Kita lihat, pembatatan hutan yang berlebihan dan penggundulan lereng-lereng gunung tanpa henti serta perubahan fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi akan membuat daerah tersebut tidak mampu lagi menahan curah hujan yang turun, maka banjir dan tanah longsor pun tak dapat dihindarkan lagi. Sementara hasilnya hanya dinikmati oleh pejabat dan pengusaha tertentu, sedangkan akibatnya kembali kepada rakyat kecil. Belum lagi penyedotan air tanah seenak perut sendiri oleh gedung-gedung jangkung dan rumah-rumah seperti yang terjadi di Jakarta, juga pembangunan pemukiman-pemukiman sah, yang dilaksanakan pada masa Orde Baru banyak tak memperdulikan kelestarian lingkungan ikut andil besar dalam musibah banjir ini. Ini semua merupakan salah satu bentuk penyelewengan yang dilakukan oleh manusia terhadap alam sekitarnya.
Oleh karena itu sudah seyogyanya bagi kita untuk kembali mengevaluasi langkah-langkah yang telah kita lakukan selama ini, agar kedepan menjadi lebih profesional dan sesuai syari’at, mengingat peran kita sebagai khalifatullah fil ardhi yang bertanggung jawab penuh untuk melestarikan dan memakmur bumi ini, agar terhindar dari berbagai bencana. Benarlah apa yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, akan sengsara orang-orang yang tidak mau menggunakan akalnya untuk berfikir dan berdzikir dalam rangka mengingat Allah SWT dan mensyukuri ni’mat-Nya sesuai dengan tuntunan syari’at yang telah diajarkan oleh-Nya. Wallahu’alamu bisshowab.
Berfikir dan bertindak dalam Spirit Islam
Berfikir adalah proses menseving, mengingat, menganalisi dan mendeduksi berbagai informasi yang eksternal dan internal sehingga menjadi sebuah konsep gagasan (Ide) yang menjadi motivasi dan tindakan. Hanya dengan berfikir, manusia mampu mengarahkan hidupnya pada dimensi waktu, dimensi kemanusian/ humanisme, dan dimensi alam mendayagunakan maksimal seluruh dimensi tersebut untuk mereplace existensi dirinya dalam misi hidupnya, apaka dia akan mulya atau hina, sukses atau gagal, dihargai atau justru dilecehkan, semua itu titik ponintunya dari cara kita berfikir.
Kalaupun kata Iqraa sampai saat ini diterjemahkan dengan arti “Membaca” ini pun berarti menghimpun huruf yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna. Sebagai contoh ,anda ingin memperingatkan sesuatu bahaya tetapi cara anda menghimpun huruf-huruf nya tidak benar, kemudian anda berteriak “Wasa,wasa. Mahariu”
Padahal yang anda maksud adalah “Awas, awas harimau”
Kata iqra dikuti dengan “Bismirabbikalladzi khalaq” seakan-akan memberikan informasi kepada alam fikiran /reason kita bahwa methode yang benar untuk berfikir adalah berdasarkan “Rabb” (yang menjadi rootwood terlebih artinya “ pendidikan, pembinaan )
Al-Qur’an memberi predikat ulul-albab(Al-Imran 190-191)
Yakni sosok manusia yang mampu mempergunakan potensi akal .
Dan fikirannya untuk mengelaborasi seluruh fenomena alam yang tampak dan tidak tampak (Al-haqqah 38-39).Sebagai induksi dirinya bersyukur .Bersyukur dapat bermakna semacam rehabilitasi, reformasi, restorasi, dan rekonsolidasi sekaligus reinforcement diri untuk mempergunakan seluruh aspek yang dimilikinya dijalan Allah Swt.
Bersyukur berarti sebuah komitment untuk melakukan perenungan diri yang mendalam sehingga mengkonstribusikan direksi untuk bertindak dan berbuat .Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban bahwa rasulullah Saw bersabda: “bahwa berfikir sesuatu lebih baik pada ibadah seratus tahun”(ibnu Hibban).
Hadist diatas adalah sebuah bahasa metaforis yang memberikan aspirasi tinggi a orang-orang yang mempergunakan pikirannya untuk rekonstruksi ummat yang sebagai indikasi syukur kepada Allah .
Pantaslah seorang pujangga berkata”Dirimu adalah apa yang kau pikirkan” Seorang filhosof tenar mengatakan “Largito ergo sum” aku Individu muslim harus mendasarkan dirinya pada retorika berfikir Qur’ani dan bertindak serta berkarakteristik islami, yaitu sebuah tata cara prikehidupan yang didasari dan disengajakan untuk mengubah dunia dengan pantulan fibrasi al-qur’ani.
Pikiranlah yang mendetriminasi , apakah anda mau bertindak atau diam sebagai penonton . Pikiran pula yang mengawali , apakah anda akan menjadi orang disiplionir tinggi ataukah anda akan menjadi orang yang melanggarnya, pikiranlah yang menentukan , apakah anda berfiir Qur’ani atau jahihli.
Harua ada keyakinan (Confedernce) yang diri kitas jak di ke bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin untuk dikerjakan selama kita yakin untuk melaksanakannya . Menanamkan sugesti serta keyakinan didalam fikiran merupakan sikap positif konstruktif dalam bentuk doktrin “aku adalah penentu taqdir dan akulah komandan jiwaku.
Sementara itu kwalitas eksperien personal sangat menentukan kwalitas berfikir dan bertindak yang secara aktualnya dimanifestasikan dalam kehidupannya.
Dibenak fikiran kita bahwa fikiran akan menentukan tindakan .
Seluruh tindakan kita merupakan mata rantai yang mengikat satu kekuatan untuk mencapai keberhasilan . para pemenang tidak dilahirkan, tetapi mereka lahir dengan upayanya serta dengan usahanya .
Allah swt telah memberikan peluang kepada kita untuk menjadi winner dalam percaturan kehidupan ini . Ummat islam didorong untuk trampil semangat berkompetisi (Fastabiqul Khairat) kitapun dipanggil untuk trampil sebagai khairah ummat . menjadi ummat yang terbaik hal itu hanya mungkin apabila dalam benak kita ada semacam optimisme dan keyakinan yang mendalam “berfikir dan bertindak bagaikan pemenang (think and act like winner)
Seorang yang berfikir positif akan tampak dari tindakannya yang fositip pula
Begitu pula orang yang berfikir negatif akan bertindak negatif pula , apabila anda berfikir tidak mungkin kalah. Bila anda merasa takut , kecut menghdapi lawan ,berarti anda telah kalah sebelum berperang, bila anda berfikir bisa anda bisa. Bila berfikir tidak bisa ,tentu saja tidak bisa
If you think you can, you can , and if you thank can’t ,you can’t
Read More..
17.11
|
syams
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
10 Ciri Manusia Kreatif
Ada kebiasaan yang memperlambat berpikir, ada pula memperlancarnya. Roger
von Oech, lewat bukunya A Whack on Side of the Head, menjelaskan sepuluh
kebiasan manusia keratif. Coba cocokkan dengan diri Anda, berapa yang sudah
dimiliki dan mana lagi yang perlu ditingkatkan
1. Suka mencari jawaban kedua
Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan.
Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat.
2. Suka berpikir lunak
Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap
ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap
berbagai ide.
3. Suka menggugat aturan
Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa
suatu aturan dibuat. Mungkin alasan itu tidak relevan ada lagi. Mungkin
sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif.
4. Suka mencoba kemustahilan
Jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil.
Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru.
5. Toleran terhadap hal dilematis
Dalam kenyataan, sering ide kreatif lahir dari situasi dilematis atau
kepepet. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal, linier
dan pasti.
6. Melihat kesalahan sebagai peluang
Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau
gagal. Sesunggguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang
tak didapat bila melakukan dengan benar.
7. Suka humor dan santai
Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi, tapi lebih banyak ide
brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Saat kita santai
dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap
aturan, hal mustahil maupun yang keliru.
8. Suka meninjau dunia luar
Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide.
Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita.
9. Berani berpikir beda
Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Padahal
tekanan organisasi bisa memasung kreativitas. Jadi, berani lah pro terhadap
hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka.
10. Terbuka terhadap gagasan baru
Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri
sendiri. Ingatlah, bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang.
Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah
dipunyai.
Read More..
16.42
|
syams
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Renungan Cinta
Mungkin kita pernah menemukan artikel dengan judul "Cinta tak terbalas". Ya, jika udah bicara tentang "CINTA" , tidak akan pernah ada kata akhirnya, karena CINTA adalah anugerah yang indah sekaligus bikin gelisah. Yaa itulah cinta dengan segala kebaikan dan kesesatannya.
Cinta yang tak atau belum terbalas mungkin menyakitkan .. yang jelas bikin penasaran? sekaligus berbunga angan-angan, selalu ada pertanyaan "Andaikan dia mau sama aku..", "Apa dia tahu perasaanku ya?" Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur?. , tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti. Bila si dia menunjukkan respon ke arah "sana", hati kita langsung "kling-kling" bersinar cemerlang, serasa hanya kita yang diperhatikan .. "ooo, ternyata benar... dia juga punya perasaan yang sama. Tuh kan, hanya aku yang dapat perhatian seperti itu? Dia merespon apa yang aku lakukan dan bla bla bla." Tapi jika suatu hari si dia yang bikin kita kebat-kebit cuek bebek dalam satu hari, mungkin lupa kirim kabar walau hanya sekedar kirim sms, hati tanpa dikomando bilang " tuh kan, aku mah Ge-er aja, ah ternyata dia nggak suka ma aku, dia menganggap aku ini teman biasa." Hehe kacian ya? Lingkaran ini akan selalu berputar tak berkesudahan bila kita tidak bertanya langsung kepada si dia (mungkin karena takut ditolak kaleee! He2).
Setuju sekali dengan pendapat orang bijak yang mengatakan, betapa naifnya hanya karena cinta pada satu orang, kita melupakan cinta dari orang-orang yang telah memberikan cinta sejatinya, dengan segala pengorbanan dan ketulusannya, orang tua, saudara, sahabat, guru-guru, dll. (waaah sorry banget, naudzubillah jangan sampe ya) hari-hari kita hanya untuk memikirkan dia yang belum tentu mikirin kita, sedangakan Ibu, Ayah, keluarga, sahabat setiap saat memberikan doa dan siap mendengarkan keluh kesah kita, Di mata mereka kita tetap orang yang istimewa walau kadang kita terpuruk, jatuh bahkan merasa hina ketika kegagalan menghampiri, merekalah yang memberikan kita cinta sejati tanpa pamrih sedikit pun, terutama orang tua tercinta, masih segar kan di ingatan kita ketika semuanya mereka berikan secara CUMA-CUMA bin GRATIS!!! Free love & Affection ( kaya’ iklan aja ) Kasih sayang, perhatian, kekhawatiran, mainan ketika kecil, uang jajan dan masih banyak lagi yang rasanya tak cukup untuk dituliskan tetapi sudah kita rasakan, mudah-mudahan Allah memberi mereka yang terbaik dalam segala hal….amien.
Naaah, kembali ke……????? Cinta!!, bagaimana kalau CINTA BERBALAS ? Apakah memang seperti gambaran orang-orang yang patah hati karena cinta mereka bertepuk sebelah tangan ? apakah Cinta yang berbalas itu indah dan membahagiakan ? CINTA, anugerah terindah itu pasti akan pernah mampir kepada manusia, makhluk ciptaan-Nya yang dilengkapi akal dan perasaan. Kita juga tidak pernah berencana untuk mencintai seseorang. Cinta itu datang tak terduga, mengalir begitu saja, memang sulit untuk dipahami dan paling parah.. sukar untuk menghentikannya.! Di saat, virus merah jambu itu datang pada kita? dan bluss !! ternyata? CINTA ITU BERBALAS! Benar-benar indahkah ?
Membahagiakan kah ? Ternyata dari beberapa hasil survey, didapat kesimpulan "Cinta yang berbalas juga tidak selamanya sesuai harapan". ILMU, yang dilengkapi oleh kejujuran hati nurani yang dititipkan oleh SANG PEMILIK CINTA membuat kita gelisah : takut zina hati sekaligus menikmati gejolak perasaan yang bervariasi.
Hari-hari dipenuhi keraguan.. di saat kita gembira bertemu dengan "dia", di saat itu pula rasa "takut" hadir, di saat kita merindukannya, di saat itu pula kita merasa malu karena kita jarang mengingat pemiliknya, Ar-Rahman. Pergulatan batin akan jadi sangat melelahkan jika kita tidak berusaha untuk "mempertahankan" diri sekuatnya.
Okelah, bagi yang sudah punya kemampuan dan keinginan untuk menikah dalam restu orang tua, mereka punya solusi : SEGERA MENIKAH !. Berbahagialah bagi sahabat-sahabat yang berada dalam atmosfir seperti ini.
Nah, bagi yang belum punya kemampuan ? atau yang jatuh cinta pada yang nggak seakidah, atau yang belum direstui orang tua untuk segera menikah, atau lagi, yang jatuh cinta pada tunangan, suami atau isteri orang lain ?Na’udzubillah… Wah.. wah.. ini nih UJIAN BERAT!, bukan berarti Allah nggak sayang sama kita, memberi anugerah sekaligus cobaan, tapi justru kita adalah orang-orang yang terpilih untuk membuktikan kesungguhan cinta kita pada-Nya. Lalu? Harus bagaimana ???
Haruskah kita hanyut dan terlena dengan cinta yang sesaat ini ? Ayo fren ! Cinta sesungguhnya terbingkai dalam mahligai pernikahan. Dalam bingkai itulah kita benar-benar berhak mengekspresikan seluruh perasaan cinta yang ada? untuk meraih cinta-Nya yang Agung. Lamar atau minta dilamar!!, hanya itu pilihannya, it’s hard to do but we have to, ‘coz The Life is Choice, selama tali pernikahan belum tersambung…belum ada yang bisa di jadikan patokan untuk sesuatu yang harus menjadi komitmen, karena sebenarnya..cinta yang benar-benar nyata itu adalah saat kita sudah menemukan pasangan hidup yang benar-benar sah..di mata Allah dan semua orang dan ketika saat itu tiba InsyaAllah semua pasti akan ada batasan-batasan yang memang tidak boleh di langgar, atau untuk di toleransi lagi dan saat itu hidup kita adalah hidup orang yang kita cinta, nafasnya juga nafas kita, Sedih & senang nya juga sedih & senang kita. Semua harus sudah menjadi satu.
Mari kita tambah sedikit. Ustadz Faudzil Adzim dalam bukunya Menuju Pernikahan Barakah menuliskan sebuah khutbah nikah yang singkat namun sarat makna :
“Dahulu anda adalah manusia bebas yang boleh pergi sesuka anda. Tetapi sejak pagi ini, bila anda belum pulang setelah larut malam, dirumah anda ada seorang wanita yang tak bisa tidur karena mencemaskan anda. Kini, bila berhari-hari anda tidak pulang tanpa berita, dikamar anda ada seorang perempuan lembut yang akan membasahi bantalnya dengan linangan air mata. Dahulu, bila anda mendapat musibah, anda hanya akan mendapatkan ucapan “Turut Berduka cita” dari sahabat-sahabat anda. Tetapi kini seorang istri akan bersedia mengorbankan apa saja bahkan nyawa sekalipun agar anda meraih kembali kebahagiaan anda. Anda sekarang mempunyai seorang kekasih sejati yang diciptakan Allah untuk berbagi suka dan duka dengan anda”
Berbeda dengan pacaran atau apalah kita menyebutnya, Selama “Pacaran” kata Ustadz Anis Matta dalam Himpunan ceramah pernikahannya, Mereka berpikir sedang berusaha saling memahami, saling menerima apa adanya, tapi bukan itu yang terjadi!” tegasnya. Kenyataannya ialah mereka berusaha untuk tampil lebih baik dari sebenarnya. Sehingga setiap kali berbicara, sebenarnya mereka sedang menyembunyikan diri masing-masing. Mereka sedang membuat iklan untuk menggoda pembeli. Karena takut bila pelanggan tidak puas, akhirnya ia akan ditinggalkan. Celakanya, seorang remaja seperti kita bisa mudah terseret gaya hipokrit. Kita ingin tampil super didepan si doi. Kita ingin menjadi orang yang perfect. Sayang, yang dibangun bukan perbaikan diri tapi PENOPENGAN DIRI. Astaghfirullah
Ada baiknya kita melirik sejenak bait lagu Tangga dengan judul Usai Sudah berikut ini :
Bersiap untuk hadapi kenyataan
Bahwa jalan terbaik bagi sebuah hubungan tanpa ikrar
Adalah berpisah
Karena jalinan cinta tetap perlu janji
Atau lagu Peterpan “Menghapus Jejakmu”
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat ‘tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
Jangan terjebak CINTA SEMU!! Jika nama "dia" hadir tanpa diundang, segera ganti dengan istighfar dan sibukkan diri dengan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi. (Ushiikum wa Iyyaaya nafsii bitaqwaAllah) Berhati-hatilah dengan hati yang melambung tinggi karena akan sangat sakit bila terhempas. Yaaa mungkin kita harus bertemu dengan orang-orang yang salah dulu supaya kita tahu seperti apa “the right person” kelak,
Tulisan ini hanya sekedar wacana untuk sama-sama jadi renungan dan cermin untuk mentertawakan diri sendiri, mungkin Akhii / Uhktii yang membaca jauh lebih mengerti apa yang harus dikerjakan dan ditinggalkan. Karena manusia takkan lepas dari empat hal ini: Yang diam belum tentu tidak tahu, yang enggan belum tentu tidak mau, yang salah belum tentu selamanya, dan yang benar siapa yang berani menjamin keIstiqomahannya.
Mudah-mudahan kita bisa menikmati CINTA yang dianugerahkan-Nya dengan rasa syukur yang dalam, membuat kita makin mencintai-Nya dalam setiap hembusan nafas, berusaha mempertahankan dzikrullah agar tidak berganti dengan nama si "dia".
Mari nikmati CINTA hanya untuk mengharap balasan cinta dari Sang Pemilik Cinta, karena hanya Dia yang tidak pernah mengecewakan kita dan tak akan ingkari janji-Nya. Trust Him!!!
Rabbuna Ma’ana:-)
WallahuA’lam………..
Read More..
01.55
|
syams
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Rabu, 30 Desember 2009
Shalat Menurut Medis
Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang
melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah
(Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran.
Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya,
salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari
serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya?
"Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda melakukannya
secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya and terbebas
dari infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan
'tukang obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam
desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap
peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik:
Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam
bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas
Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama
ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah
salat tambahan atau sholat sunah.
Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya,
khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan
respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada
imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi
dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan
individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar
menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah
mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat,
ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan.
Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai
persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat
dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama
ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara
kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh.
Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari
normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-
atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter.
"Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan
orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya.
Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah
paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam)
semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian
terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok
Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya
23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud
selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa
yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat
dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing-masing
dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya,
hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya
(paramita, Prodia dan Klinika).
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang
rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang
yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas
bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan
individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang
dihadapi dengan stabil.
"jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus
sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi
kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan
motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif
dapat menghindarkan seseorang dari stress,"
Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali
terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud
yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta
tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang
baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit
infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis
menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat
orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu
mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang
diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu
untuk bisa masuk diakal kita ???????
Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena
beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya.
Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak
dapat diterima oleh akal fikiran.
Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam
dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu
ia telah membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan
Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Quran
menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang
terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji
hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia
tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu
bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa
urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah.
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang
cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.
Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia
menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di
dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut
bersembahyang yaitu ketika sujud.
Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu
saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut
mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh
Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang
tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima
darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh
karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut
agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang
telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya : Makhluk Allah yang bergelar manusia yang
tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam
walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya
di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan
di dalam membuat keputusan secara normal.
Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak
segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan
dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui
perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai
dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk
mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah
timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.
Read More..
23.56
|
syams
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Surat Untuk Sahabat
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Sahabat,..
Mungkin engkau bertanya mengapa kukirimkan surat ini
padamu, padahal kamu mengenal aku sebagai orang yang
tak pernah serius memikirkan sesuatu.
Sahabat, Saidina Ali bin Abi Thalib ra., berkata
bahwa iman seseorang itu adalah laksana air laut,
terkadang ia pasang dan terkadang pula ia surut,
mingkin begitulah aku saat ini.
sahabat.. mungkin saat ini imanku sedang pasang
sehingga aku mau menyambung tali ukhuwah kepadamu
dengan surat ini, tapi mungkin besok aku kembali
seperti yang engkau kenal sebelumnya,..
yach,.. aku akui kalau aku hanyalah seorang manusia
yang belum bisa memegang teguh iman secara utuh, aku
masih diliputi nafsu keduniawian yang kadang membuat
aku selalu terkekang didalamnya.
Sahabat,... mari kita merenungi perjalanan kita selama ini,..
kita bertanya pada diri sendiri,.. apa yang telah kita
lakukan selama ini..
apakah kita telah melakukan sesuatu yang memberi
manfaat untuk orang lain?
apakah kita telah memberi manfaat untuk agama kita?
apakah kita telah mengerjakan sesuatu untuk kebaikan
saudara-saudara kita?
SYAFAAT
Sahabat,..
sejak terlahir kita telah di bai`at sebagai seorang
muslim,... karena orang tua kita juga adalah muslim,..
Al Quran dan Assunah menjadi pegangan hidup kita.
Kita baca Al Quran disetiap kesempatan, kita dengarkan
untaian hadits disetiap waktu,.
namun terkadang, apa yang kita baca dan kita dengar,
hanyalah membaca dan mendengar tanpa ada aplikasi
dalam kehidupan kita.
Sahabat,...
munafikkah kita? Masih pantaskah kita mengharapkan
syafa'at beliau kelak di hari akhir?? sedangkan kadar
ibadah kita, kadar kesetiaan kita lebih kecil dari
perumpamaanan buih dilautan.
seorang guru mengatakan bahwa syafa`at ialah ibarat
kain untuk menambal sebuah baju, dan ibadah kita
adalah ibarat baju tersebut. Tapi apakah ibadah kita bisa
berbentuk sebuah baju ataukah hanya secarik kain yang
hanya cukup untuk menjadi sebuah lap yang hanya
berguna untuk membersihkan meja dan lantai tetapi tak
akan cukup untuk menutupi aurat kita. Cukupkah?
Cukupkah ibadahku untuk mengharap syafa`at beliau
kelak di kemudian?
PENDERITAAN
sahabat,...
ketika kita bersedih tentang penderitaan
saudara-saudara kita nan jauh disana
ketika kita marah atas penindasan pada saudara-saudara
kita disana
ketika kita menangis atas syahidnya sudara kita
disana,...
tapi kita menjadi buta,...
buta akan tetangga kita
buta akan saudara kita disini,..
disini,... diperempatan jalan, di dalam bis kota, di
sekitar tempat pembuangan sampah,.
mereka saudara kita sahabat,...
saudara kita yang terlupakan,..
padahal mereka juga merintih,... mereka juga
menangis,. mereka juga tertindas,... tertindas oleh
keadaan
lihatlah sahabat,....
lihat anak kecil itu,....
anak kecil itu berlari-lari di perempatan sambil
melantunkan nyanyian
lihatlah saudara kita yang menyebarkan kotak amal di
bis kota
lihalah saudara kita yang mengais rejeki sambil
mengorek sampah
lihatlah seorang bayi yang di tetek ibunya dipinggir
jalan berdebu
terlihatkah sahabat kita yang menenteng sebuah
proposal untuk sebuah yayasan yatim piatu
nampakkah saudara kita yang menjual famplet untuk
kehidupan sekumpulan kaum fakir?
masihkah kita bisa melihat mereka sahabat??
Mana hati nurani kita?? Sehingga kita lupa saudara-saudara kita yang lebih dekat
Ingat itu sahabat.....!!!
MIMPI
sahabat,..
kita terlalu dininabobokan oleh mimpi,..
mimpi bahwa kita akan kembali berjaya
mimpi bahwa kita pernah menaklukkan andalusia
mimpi bahwa kita pernah menguasai daratan eropa
padahal kita sekarang tertindas,..
tertindas di negeri sendiri,..
negeri yang masih mendengarkan adzan di Subuh hari
negeri yang masih menyediakan waktu untuk saling
bertausiyah
saling mengingatkan dan saling menjaga ukhuwah
sahabat,....
dulu masih sering ku dengar dan kulakukan melantun
sebuah syair tentang ketidak berdayaan,..
setiap Subuh dan setelah Jumat, kudengar dan
kulantunkan sebait syair, dari Abu Nawas....
ilahi lastu lil firdausi ahla
wa laa aqwa alaan naril jahiimi
fa habli tauubatan, wa ighfir dunubi
fa innaka ghafirund danbil adzimi
Allah kami bukan ahlinya syurga-Mu
namun kami tidak kuat keneraka-Mu
terima taubat kami, ampunkan dosa kami
jadikanlah kami orang yang terampuni
sebuah syair akan tentang ketidak berdayaan
yang mengingatkan kita akan ke-takabur-an ke-ria-an
diri kita
semoga masih ada waktu untuk kita merenungi dan
memperbaiki diri
semoga sahabat....
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Read More..
23.02
|
syams
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Jumat, 05 Juni 2009
karya tafsir di indonesia pada Abad ke-20
PENDAHULUAN
Al Qur’an yang dalam memori kolektif kaum muslimin sepanjang abad sebagai kalam Allah, menyebut dirinya sebagai “petunjuk bagi manusia” dan memberikan “penjelasan atas segala sesuatu” sedemikian rupa sehingga tidak ada sesuatupun yang ada dalam realitas yang luput dari penjelasannya. Bila diasumsikan bahwa kandungan al Qur’an bersifat universal, berarti aktualitas makna tersebut pada tataran kesejarahan meniscayakan dialog dengan pengalaman manusia dalam konteks waktu. Hal ini juga berlaku dengan kajian tafsir yang ada di Indonesia. Sesuai dengan kondisi sosio-historisnya, Indonesia juga mempunyai perkembangan tersendiri dalam kaitannya dengan proses untuk memahami dan menafsirkan al Qur’an.
BAB II
PEMBAHASAN
A. TAFSIR AL BAYAN
1). Biografi Penulis
Penulis tafsir ini adalah Prof. DR. Teungku Muhammad Hasbi bin Muhammad Husein bin Muhammad Mas’ud bin Abd. Rahman Ash Shiddieqy. Dilahirkan pada bulan Jumadil Akhir 1321H/ 10 Maret 1907 M di Lho Seumawe + 273 km sebelah timur Banda Aceh. Hasbi Ash Shiddieqy menuntut ilmu dari para ulama di beberapa pondok pesantren terkenal di Dayah, Blangkabu, Gendong, Krueng Mane, Kutaraja dsb. Dari silsilahnya diketahui bahwa ia adalah keturunan ke-37 dari Abu Bakar Ash Shiddieq.
Beliau mempelajari bahasa Arab daripada gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali, seorang ulama berbangsa Arab. Pada tahun 1926 T.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad, sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Surkati (1874-1943), seorang ulama yang berasal dari Sudan . Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Surkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. T.M Hasbi ash Shiddieqy merupakan seorang ulama Indonesia yang terkenal. Beliau memiliki keahlian dalam bidang ilmu fiqh dan usul fiqh, tafsir, hadith, dan ilmu kalam. T.M Hasbi ash Shiddieqy telah dianugerahkan dua gelar Doktor Honoris Causa sebagai penghargaan di atas jasa-jasanya terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan keislaman Indonesia. Anugerah tersebut diperoleh dari Universitas Islam Bandung dan (UNISBA) pada 22 Maret 1975, dan dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 29 Oktober 1975.
Hasbi Ash Shiddieqy meninggal dunia pada tanggal 9 Desember 1975. Jasad beliau dikebumikan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta.
2) Karakteristik Tafsir al Bayan
Tafsir al-Bayan merupakan hasil karya kedua yang dikarang oleh Prof. T.M Hasbi ash Shiddieqy dalam bidang penafsiran al-Qur’an sesudah karyanya yang pertama yaitu Tafsir An-Nur yang diterbitkan pada tahun 1956. Pada Muqaddimah tafsir ini, Hasbi Ash Shiddieqy menulis: “Dengan inayah Allah Taala dan taufiq-Nya, setelah saya selesai dari menyusun Tafsir An-Nur yang menterjemahkan ayat dan menafsirkannya, tertarik pula hati saya kepada menyusun al-Bayan” . Karyanya yang kedua ini juga merupakan terjemahan dan tafsir al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang diperkirakan dihasilkan oleh pengarang pada awal tahun 60-an lagi. Cetakan pertama kitab tafsir ini ialah pada tahun 1971 melalui terbitan PT Almaarif Bandung, dengan ukuran 15 x 22 cm.
Hasbi Ash Shiddieqy menyatakan sebab-sebab penulisan tafsir ini adalah untuk menyempurnakan sistem penerjemahan yang terdapat dalam Tafsir An-Nur karya pertamanya dalam bidang ini. Di samping itu ia juga merasa bahwa terjemahan-terjemahan al-Qur’an yang beredar ditengah- tengah masyarakat perlu dikaji dan ditinjau semula. Ash Shiddieqy berkata di dalam kitab tafsirnya:
“Maka setelah saya memperhatikan perkembangan penterjemahan al- Qur’an akhir-akhir ini, serta meneliti secara tekun terjemahan-terjemahan itu, nyatalah bahwa banyak kalimat yang perlu di tinjau dan disempurnakan. Oleh karenanya, dengan memohon taufiq dari Allah Ta’ala saya menyusun sebuah terjemah yang lain dari yang sudah-sudah yang melengkapi segala lafadz, bahwa melengkapi terjemah dari lafadz-lafadz yang diungkapkan menurut pendapat-pendapat ahli tafsir kenamaan.
Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna al-Qur’an”. Kitab ini terdiri dari dua jilid. Jilid pertama mengandungi nas-nas ayat al-Qur’an rmulai dari surah al-Fatihah sampai dengan ayat 75 surah al-Kahf. Kesemua terjemahan dan tafsiran bagi jilid pertama mengandungi 789 muka surat. Jilid kedua Tafsir al-Bayan ini, dimulai dari surah al-Kahf ayat ke 75 sampai dengan surah al-Nas bersama terjemahan dan tafsirannya yang terkandung dalam muka surat 789 sehingga 1604.
3). Metode penafsiran
Metode yang dipergunakan dalam penerjemahan ayat yaitu adakalanya Hasbi menerjemahkan lafal ayat saja, terkadang ia juga menerjemahkan makna ayat yaitu dengan memasukkan ke dalam ayat makna yang ia pandang seharusnya ada. Sehingga menurutnya terjemahan itu sudah menjelaskan makna. Sedangkan dalam penafsiran ayat-ayat al Qur’an Hasbi lebih menafsirkannya secara ringkas. Tafsiran ayat-ayat al Qur’an biasanya dimulai dengan kata “ya’ni”. Dalam menafsirkan ayat- ayat al Qur’an, Hasbi banyak melakukan penafsiran ayat dengan ayat yaitu dengan menerangkan ayat-ayat lain yang semakna. Ayat-ayat yang sebanding atau semakna ini biasanya dinyatakan dengan menyebut nomor surat dan nomor ayat, misalnya pada foot note 124 ketika menjelaskan surat al-Baqarah : 104, Hasbi kemudian membandingkan dengan surat an- Nisa’: 46 yaitu “ Bandingkan dengan ayat 46 S.4: An Nisa’. Sedangkan ayat-ayat yang ada hubungannya dengan penafsiran tersebut dinyatakan menyebut nomor surat dan nomor ayat, diawali dengan kata “ bacalah”. Misalnya pada foot note 200 ia menyatakan “baca : a. 6 S 35:Fathir; a. 50 S.18:Al Kahf”. Di samping itu, Hasbi juga sangat memperhatikan ayat- ayat yang berkaitan dengan hukum.
Dan metodologi penafsirannya menggunakan ijmali dengan bentuk penafsiran bil-ra’yi, dengan corak umum.
B. TAFSIR AL-AZHAR
1). Biografi penulis
Tafsir ini ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah (atau lebih dikenal dengan julukan Hamka, yang merupakan singkatan namanya), lahir tahun 1908, di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981, adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik. Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.
Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Husayn Haykal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto, Haji Fachrudin, AR Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.
2) Karakteristik Tafsir al Azhar
Tafsir ini pada mulanya merupakan rangkaian kajian yang disampaikan pada kuliah subuh oleh Hamka di masjid al-Azhar yang terletak di Kebayoran Baru sejak tahun 1959.
Nama al-Azhar bagi masjid tersebut telah diberikan oleh Syeikh Mahmud Shaltut, Rektor Universitas al-Azhar semasa kunjungan beliau ke Indonesia pada Desember 1960 dengan harapan supaya menjadi kampus al-Azhar di Jakarta. Penamaan tafsir Hamka dengan nama Tafsir al-Azhar berkaitan erat dengan tempat lahirnya tafsir tersebut yaitu Masjid Agung al-Azhar.
Terdapat beberapa faktor yang mendorong Hamka untuk menghasilkan karya tafsir tersebut. Hal ini dinyatakan sendir oleh Hamka dalam mukadimah kitab tafsirnya. Di antaranya ialah keinginan beliau untuk menanam semangat dan kepercayaan Islam dalam jiwa generasi muda Indonesia yang amat berminat untuk memahami al-Quran tetapi terhalang akibat ketidakmampuan mereka menguasai ilmu Bahasa Arab. Kecenderungan beliau terhadap penulisan tafsir ini juga bertujuan untuk memudahkan pemahaman para muballigh dan para pendakwah serta meningkatkan keberkesanan dalam penyampaian khutbah-khutbah yang diambil daripada sumber-sumber Bahasa Arab Hamka memulai Tafsir Al-Azharnya dari surah al-Mukminun karena beranggapan kemungkinan beliau tidak sempat menyempurnakan ulasan lengkap terhadap tafsir tersebut semasa hidupnya.
Mulai tahun 1962, kajian tafsir yang disampaikan di masjid al-Azhar ini, dimuat di majalah Panji Masyarakat. Kuliah tafsir ini terus berlanjut sampai terjadi kekacauan politik di mana masjid tersebut telah dituduh menjadi sarang “Neo Masyumi” dan “Hamkaisme”. Pada tanggal 12 Rabi’ al-awwal 1383H/27 Januari 1964, Hamka ditangkap oleh penguasa orde lama dengan tuduhan berkhianat pada negara. Penahanan selama dua tahun ini ternyata membawa berkah bagi Hamka karena ia dapat menyelesaikan penulisan tafsirnya
3). Metodologi penafsiran
Tafsir al-Azhar merupakan karya Hamka yang memperlihatkan keluasan pengetahuan beliau, yang hampir mencakup semua disiplin ilmu penuh berinformasi. Sumber penafsiran yang dipakai oleh Hamka antara lain, al Qur’an, hadith Nabi, pendapat tabi’in, riwayat dari kitab tafsir mu’tabar seperti al Manar dan Mafatih al Ghayb, serta juga dari syair-syair seperti syair Moh. Ikbal. Tafsir ini ditulis dalam bentuk pemikiran dengan metode analitis atau tahlili.
Karakteristik yang tampak dari tafsir al-Azhar ini adalah gaya penulisannya yang bercorak adabi ijtima’i (social kemasyarakatan) yang dapat disaksikan dengan begitu kentalnya warna setting sosial budaya Indonesia yang ditampilkan oleh Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur’an.
DAFTAR PUSTAKA
Abd. Jalal, Tafsir al-Maraghi dan Tafsir al-Nur Sebuah Studi Perbandingan, Disertasi: IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1985, 200.
Disertasi Ilmiah 4: Tafsir al Bayan oleh Prof. Dr. TM Hasbi Ash shiddieqy, http://disertasi.blogspot.com. 28 Juni 2007
Hamka, Tafsir Al-Azhar juz 1, Jakarta: P.T Pembimbing Masa, 1967.
Hasbi Ash Shiddieqy, Tafsir al Bayan Vol I, Bandung: PT Al Am’arif, tt.
M. Yunan Yusuf, Corak Pemikiran Kalam Tafsir al Azhar Jakarta : Pustaka Panji Mas,1990.
Nashruddin Baidan, Perkembangan Tafsir al Qur’an di Indonesia Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2003.
TM Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1999.
Read More..
05.08
|
syams
Label: TAFSIR AL-BAYAN DAN TAFSIR AL-AZHAR
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Label: TAFSIR AL-BAYAN DAN TAFSIR AL-AZHAR
Permalink | Enviar postagem! 0
Read more>>
Langganan:
Postingan (Atom)




